Obu Siti Mahmudah - 13 Kandungan Gizi Belut bagi Kesehatan Manusia – Belut adalah sejenis ikan yang bentuk tubuhnya panjang seperti ular dengan tubuh licin
sebagai pertahanan. Belut hidup di rawa-rawa, sungai, dan persawahan. Belut banyak mengandung zat gizi yang baik untuk kesehatan manusia. Belut (Monopterus albus) merupakan ikan
darat dari keluarga Synbranchidae dan tergolong ordo Synbranchiodae, yaitu ikan
yang tidak mempunyai sirip atau anggota lain untuk bergerak.
Hormon Kalsitonin
Belut kaya hormon
kalsitonin, yang berfungsi untuk memelihara kekuatan tulang. Dilihat dari komposisi gizinya, belut
mempunyai nilai energi yang cukup tinggi, yaitu 303 kkal per 100 gram daging.
Nilai energi belut jauh lebih tinggi dibandingkan telur (162 kkal/100 g tanpa
kulit) dan daging sapi (207 kkal per 100 g). Hal itulah yang menyebabkan
belut sangat baik untuk digunakan sebagai sumber energi.
Protein
Nilai
protein pada belut (18,4 g/100 g daging) setara dengan protein daging sapi
(18,8 g/100g), tetapi lebih tinggi dari protein telur (12,8 g/100 g). Seperti
jenis ikan lainnya, nilai cerna protein pada belut juga sangat tinggi, sehingga
sangat cocok untuk sumber protein bagi semua kelompok usia, dari bayi hingga
usia lanjut.
Asam Amino
Kandungan asam amino pada protein
belut memiliki kualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan
asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat
diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga kesetimbangan nitrogen pada
orang dewasa.
Leusin
Leusin
juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Asam glutamat
sangat diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan asam aspartat
untuk membantu kerja neurotransmitter.
Asam Glutamat
Tingginya
kadar asam glutamat pada belut menjadikan belut berasa enak dan gurih. Dalam
proses pemasakannya tidak perlu ditambah penyedap rasa berupa monosodium
glutamat (MSG).
Arginin
(Asam Amino
Non-Esensial)
Kandungan
arginin (asam amino nonesensial) pada belut dapat memengaruhi produksi hormon
pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HGH). HGH
ini yang akan membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan
lemak di tubuh. Hasil uji laboratorium juga menunjukkan bahwa arginin berfungsi
menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.
Zat Besi
Belut
juga kaya akan zat besi (20 mg/100 g), jauh lebih tinggi dibandingkan zat besi
pada telur dan daging (2,8 mg/100g). Konsumsi 125 gram belut setiap hari telah
memenuhi kebutuhan tubuh akan zat besi, yaitu 25 mg per hari. Zat besi sangat
diperlukan tubuh untuk mencegah anemia gizi, yang ditandai oleh tubuh yang
mudah lemah, letih, dan lesu.
Zat
besi berguna untuk membentuk hemoglobin darah yang berfungsi membawa oksigen ke
seluruh jaringan tubuh. Oksigen tersebut selanjutnya berfungsi untuk
mengoksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi untuk aktivitas
tubuh. Itulah yang menyebabkan gejala utama kekurangan zat besi adalah lemah,
letih, dan tidak bertenaga. Zat besi juga berguna untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit infeksi.
Fosfor
Belut
juga kaya akan fosfor. Nilainya dua kali lipat fosfor pada telur. Tanpa
kehadiran fosfor, kalsium tidak dapat membentuk massa tulang. Karena itu,
konsumsi fosfor harus berimbang dengan kalsium, agar tulang menjadi kokoh dan
kuat, sehingga terbebas dari osteoporosis. Di dalam tubuh, fosfor yang
berbentuk kristal kalsium fosfat umumnya (sekitar 80 persen) berada dalam
tulang dan gigi.
Fungsi
utama fosfor adalah sebagai pemberi energi dan kekuatan pada metabolisme lemak
dan karbohidrat, sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, untuk sintesis DNA
serta penyerapan dan pemakaian kalsium. Kebutuhan fosfor bagi ibu hamil tentu
lebih banyak dibandingkan saat-saat tidak mengandung, terutama untuk
pembentukan tulang janinnya.
Jika
asupan fosfor kurang, janin akan mengambilnya dari sang ibu. Ini salah satu
penyebab penyakit tulang keropos pada ibu. Kebutuhan fosfor akan terpenuhi
apabila konsumsi protein juga diperhatikan.
Vitamin A
Kandungan
vitamin A yang mencapai 1.600 SI per 100 g membuat belut sangat baik untuk
digunakan sebagai pemelihara sel epitel. Selain itu, vitamin A juga sangat
diperlukan tubuh untuk pertumbuhan, penglihatan, dan proses reproduksi.
Vitamin B
Belut
juga kaya akan vitamin B. Vitamin B umumnya berperan sebagai kofaktor dari
suatu enzim, sehingga enzim dapat berfungsi normal dalam proses metabolisme
tubuh. Vitamin B juga sangat penting bagi otak untuk berfungsi normal, membantu
membentuk protein, hormon, dan sel darah merah.
Lemak
Tinggi
Meskipun
mempunyai nilai gizi yang tinggi, kandungan lemak pada belut cukup tinggi,
yaitu mencapai 27 g per 100 g. Lebih tinggi dibandingkan lemak pada telur (11,5
g/100 g) dan daging sapi (14,0 g/100 g). Di antara kelompok ikan, belut
digolongkan sebagai ikan berkadar lemak tinggi. Kandungan lemak pada belut
hampir setara dengan lemak pada daging babi (28 g/100 g). Menurut publikasi
yang dikeluarkan oleh Singapore General Hospital, belut termasuk makanan
berkolesterol tinggi dan wajib untuk diwaspadai.
Walaupun
kadar lemaknya tinggi, belut tidak perlu dihindari dalam pola makan kita.
Bagaimanapun, lemak memegang peran penting sebagai sumber kelezatan, sumber
energi, penyedia asam lemak esensial, dan tentu saja sebagai pembawa vitamin
larut lemak (A, D, E dan K).
Vitamin D
Pada
lemak ikan terdapat vitamin D yang cukup tinggi, yaitu 10 kali lipat
dibandingkan bagian dagingnya dan 50 kali lipat vitamin D yang terdapat pada
susu. Vitamin D sangat berguna bagi tubuh untuk membantu penyerapan kalsium dan
menghalanginya dari proses resorpsi (pelepasan kalsium dari tulang).
Upaya
untuk mengurangi kadar lemak pada belut adalah dengan cara dipanggang di atas
bara api. Proses pemanggangan akan menyebabkan lemak mencair dan keluar dari
daging belut, menetes ke bara api. Sebaiknya belut tidak diolah dengan cara
digoreng, agar kadar lemaknya tidak bertambah banyak.
Asam Lemak Omega 3
Seperti
pada jenis ikan lain, belut juga mengandung asam lemak omega 3. Kadar omega 3
pada lemak ikan, termasuk belut, sangat bervariasi tetapi berkisar antara 4,48
persen sampai dengan 11,80 persen. Kandungan omega 3 pada ikan, tergantung
kepada jenis, umur, ketersediaan makanan, dan daerah penangkapan.
Dari
hasil penelitian, diketahui bahwa bagian tubuh ikan memiliki lemak dengan
komposisi omega 3 yang berbeda-beda. Kadar omega 3 pada bagian kepala sekitar
12 persen, dada 28 persen, daging permukaan 31,2 persen, dan isi rongga perut
42,1 persen (berdasarkan berat kering).in
Terima kasih telah berkunjung, silahkan berkomentar